Monday, 18 January 2016

HYPERDOSA - Brutal Groovy Death Metal

hyperdosa logo

Band ini terbentuk pada tahun 2000, entah apa yang mendasari pengambilan nama Hyperdosa awalnya sehingga dipilihlah nama ini menjadi nama sebuah band yang awal nya beraliran Hypergrind. Pertama didirikan oleh Asrialdi (Al Fetus) di kota Batam, dengan personil comot sana comot sini, akhirnya Al kembali ke kota Padang di tahun yang sama dan melanjutkan Hyperdosa dengan merekrut Andy Rajo Batuah di Bass (gitaris Static/Punk dan Incident/Hardcore), Andi TP/Suhu untuk gitar dan Drum masih memakai additional player Adiak (drummer Durhaka), maka Hyperdosa mencoba bermain Brutal Death Metal.
Dan Formasi Ini akhirnya diperkuat oleh Alank (Drummer SESAT) untuk waktu yang cukup lama. Namun Alang meninggalkan Hyperdosa karna kepindahannya ke Pekanbaru untuk memulai hidup baru hehehehe.
Tak lama sesudah itu, dengan formasi sama Rudi Kaliang (ex drummer Dendam dan High Voltage) mengisi kekosongan Drummer yang ditinggal oleh Alang, formasi ini bertahan sampai tahun 2003. setelah itu formasi Al voc, Andy Rajo Batuah Bass, Andy TP Guitar, Rudi Kaliang Drum diperkuat lagi dengan bergabungnya Awe (ex voc Bleeding Death) di Vocal dan klop sudah formasi termantap menurut kami adalah formasi ini yang bertahan sampai tahun 2006, maka hyperdosa-pun beralih ke Brutal Groovy Death Metal karena terinfluence dengan Dying Fetus dan mengcover lagu-lagunya seperti Epidemic Of Hate, Killing On Adrenaline, Jugdement Day, Grosteque Impalement dan lain-lain.
Namun, formasi ini harus berakhir di penghujung tahun 2006, seolah-olah Hyperdosa hilang ditelan bumi dan formasi ini pun habis ditinggal personil karena mengurusi hidup masing-masing.
Tak disangka, setelah vacum dari tahun 2006 lalu, band ini bangkit kembali pada sebuah gig event underground pada tahun 2011 medio 5 tahun vacumnya Hyperdosa, mengundang kembali Hyperdosa untuk kembali menjajaki panggung Underground, kalau tidak salah acara tersebut " SOUND OF DEATH" yang digelar tahun 2011 di ATIP Padang, tak ayal lagi, kami (Andy dan AL) sepakat untk kembali memberikan roh kepada Hyperdosa, awalnya dengan ingin formasi lama tersebut dipertahankan, namun tak dapat di pungkiri, karena sudah berjauhan, maka formasi saat itu, Al Voc, Andy Rajo Batuah Bass, Andy TP Guitar, Cudaik Guitar (Blindside), Yogi Voc dan Dodi Codoik Drum. setelah itu formasi diganti lagi setelah Andy TP resmi mengundurkan diri dan tidak memperkuat lagi Hyperdosa. Maka, posisi giitarpun di alihkan kepada Cudaik (Blindside) yang akhirnya diperkuat oleh Yudha E Putra salah satu guru gitar di Music School di kota Padang, tak sampai disitu, drum juga mengalami kekosongan, sehingga drum di perkuat oleh Ben juga sebelumnya Drum juga pernah dibantu oleh Budhi Vindra.
Formasi inilah yang bertahan sampai saat ini. Al voc, Yogi Voc, Andy Rajo Batuah Bass, Yudha E Putra Guitar, Cudaik Guitar, Ben Drum. sehingga untuk mengejar ketertinggal kami, saat ini kami sudah membuat materi lagu yang rencananya akan di rekam untuk lagu Hyperdosa, selanjutnya event Padang Bawah Tanah 6 dan Padang Bawah Tanah 7 menjadi event kebangkitan kami kembali di dunia bawah tanah dan memberi roh serta semangat kembali untuk menlanjutkan Hyperdosa seperti yang kami cita-citakan pada tahun 2000 lalu.

Contact : 081374177799
Fanpage FB : HYPERDOSA

hyperdosa photo













hyperdosa photo

0 komentar:

Post a Comment