Thursday, 6 October 2016

INJECTED SUFFERAGE - Release Show

INJECTED SUFFRAGE, band yang baru bangkit dari kubur ini akan merilis album terbarunya DENIAL IN THE GRAVE TORMENT pada tanggal 18 DESEMBER 2016 @famestation_bdg, Jl. Sersan Bajuri No.100 Setiabudi - BANDUNG. Pesta rilis ini dipersembahkan oleh DARKCASTLE. Sementara untuk albumnya sendiri digarap oleh EXTREME SOULS PRODUCTION dalam format CD dan Kaset Pita, album yang dirilis 8 Agustus kemaren ini berisikan 1 Intro dan 9 lagu, dahsyat groovy death metal,

TRACK :
1. Intro
2. Suffering Of Mankind 
3. Revenge Rage
4. Alive
5. Hatred N Pain 
6. Consuming Postmortem Gutted 
7. Conspiracy
8. Tricking Mass
9. Damned Villa Force
10  Fuck and Kill





Thursday, 29 September 2016

METALIAN RADICAL OF PADANG - Kompilasi Live Underground Padang

- Rilisan fisik mempunyai arti dan rasa tersendiri bagi pemiliknya; 
- Kalo suka mah harus punya donk kasetnya;
- ah jangan bisanya donlot aja, beli donk rilisan fisiknya, katanya support;
ya penulis sering mendengar kata dan opini tersebut diatas, setuju gak setuju, penulis emang setuju dengan pendapat diatas.
Nah melihat kebelakang pergerakan dunia bawahtanah di kota bingkuang ini ternyata pada tahun 1998 Padang sudah memiliki "Kompilasi Live Underground Padang" bertajuk METALIAN RADICAL OF PADANG tentu saja dalam format kaset pita, dipersembahkan oleh EQUATOR PRODUCTION. Album ini di produseri oleh Al Equator (Al Glory) langsung merangkap sebagai Sound Live yang direkam di Pinokio Music Studio kala itu berisikan 17 lagu bawahtanah dan semua genre.
Mungkin dikarenakan keterbatasan, album ini menyertakan terpisah untuk liriknya, tapi jujur saja karya ini patut diacungi jempol, dimana berhasil merambah kerasnya dunia musik mainstream, dan memang mendapat tempat tersendiri dihati grounder, terutama kota Padang. Berikut penampakannya :
VULGAR - Diszionis
TOILET - Salah (Lagi)
AKHIRAT - Blanket of Grave
EQUATOR - Parade Mayat
NEUROTIC - Terkutuk Kalian
LIANG LAHAT - Curse Disease

GOUBLOK - Keling
MENDIANG - Bunuh Diri
SANITARIUM - Reality
DARAH - F..kin’ Satanic Hancurkan
MISTIK - Liar
ASCETIK - Alam Barzah
ORPHIC - Siksaan Kubur

Wednesday, 28 September 2016

“ DI BELAKANG GARIS MUSUH Lp re-issue oleh OBSCURE Musick (USA) “


“ DI BELAKANG GARIS MUSUH Lp re-issue oleh OBSCURE Musick (USA) “
Setelah Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH ” dirilis oleh Majemuk Records dalam format Cd pada awal Maret 2016 lalu, lalu format Casette (kaset pita) Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH ” yang dirilis oleh Rumah Tanah Production pada awal September 2016 lalu, menyusul Re-Issue (Rilis Ulang) Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH ”
oleh pihak OBSCURE Musick (USA) yang menurut rencana akan rilis pada Desember 2016 ini.
Terdapat perbedaan yang signifikan antara rilisan local (Indonesia) dengan rilisan luar (USA) yang akan datang, format art dan layout akan berbeda dengan rilisan sebelumnya, ini dibuat sesuai dengan kemauan dan kesepakatan pihak GrausiG dan pihak label (Obscure Musick) dengan tujuan agar “berbeda” dengan tampilan kebanyakan rilisan band lainnya.
Penampakan art baru album GrausiG :

Rilisan Obscure Musick ini menurut rencana akan didistribusikan ke seluruh dunia diantaranya USA, Eropa, Asia. GrausiG mendapatkan kontrak untuk re-issue Full Album / Lp “ DI BELAKANG GARIS MUSUH ” ini dengan pihak Obscure Musick dan kontrak perilisan untuk album GrausiG selanjutnya.
GrausiG saat ini sedang bersiap menyelesaikan materi terbaru untuk album selanjutnya, kini berformasi dengan 5 (lima) personil dengan komposisi :

PHUPUT – Vocals
IPAY – Guitar
MAME – Guitar + Backing Vocals
EWIN – Bass + Backing Vocals
DENNY – Drums

DISCHOGRAPHY
- Feed The Flesh To The Beast – Ep. On Cassete. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Release version 1998)
- Abandon, Forgotten and Rotting Alone – Lp.On Cassete. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
- In The Name Of All Who Suffered And Died – Ep. CD Self Release (2013)
- God’s Replicated – Single. CD Self Release (2014)
- Feed The Flesh Who Suffered And Died – Compilation on Cassete. Zim Zum Prod (2015)
- Di Belakang Garis Musuh – Lp. CD Majemuk Records (2016)
- Di Belakang Garis Musuh – Lp on Casette. Rumah Tanah Productions (2016)
For further information about GRAUSIG please call :
GRAUSIG management
Mobile : 081280400850 / 081281186144
E-mail : grausigmanagement.gmail.com
Web-site : http//www.grausig.net

Wednesday, 13 July 2016

GALERI PHOTO DI BELAKANG GARIS MUSUH TOUR PART 1

Setelah menjalani “ DI BELAKANG GARIS MUSUH TOUR – Part 1 ” untuk sebagian wilayah di Pulau Jawa sejak tanggal 13 Mei sampai dengan 29 Mei 2016 lalu. Pada lawatan Promo Tour Part 1 Phuput (Vocals) berhalangan untuk ikut/turut serta maka keberadaannya digantikan sementara oleh Mame Rushuck sebagai additional Vocals.
Setelah Promo Tour Jilid / Part 1 tersebut Group band GRAUSIG asal Jakarta bersiap untuk mengadakan “ DI BELAKANG GARIS MUSUH TOUR – Part 2 ”. Pihak GRAUSIG Management sedang menyusun jadwal dengan para promotor local terkait pelaksanaan promo tour jilid kedua tersebut yang rencananya akan digelar di beberapa wilayah Pulau Jawa dan Sumatra.
Berikut sebagian Galeri Photo “ DI BELAKANG GARIS MUSUH TOUR – Part 1 ” yang diselenggarakan di kota Semarang, Ponorogo dan Mojokerto.
GRAUSIG are :
PHUPUT – Vocals
ALAN – Guitar + Backing Vocals
EWIN – Bass + Backing Vocals
DENNY – Drums

DISCHOGRAPHY
- Feed The Flesh To The Beast – Ep. On Cassete. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Release version 1998)
- Abandon, Forgotten and Rotting Alone – Lp.On Cassete. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
- In The Name Of All Who Suffered And Died – Ep. CD Self Release (2013)
- God’s Replicated – Single. CD Self Release (2014)
- Feed The Flesh Who Suffered And Died – Compilation on Cassete. Zim Zum Prod (2015)
- Di Belakang Garis Musuh – Lp. CD Majemuk Records (2016)
For further information about GRAUSIG please call :
GRAUSIG management
Mobile : 082310493663 / 081280400850
E-mail : grausigmanagement.gmail.com
Web-site : http//www.grausig.net




























Sunday, 3 July 2016

RITUAL OF HORROR - Legend of Padang Death Metal

RITUAL OF HORROR

Tanpa basa basi, admin mengatakan band satu ini sangat banyak menginspirasi kelahiran band-band death metal kota Padang, dan mereka adalah salah satu legend-nya kota ini. ya RITUAL OF HORROR. Mereka adalah Anton - Girez - Farland, dan turut berjuang dahulunya Fadly dan Kautzar. Virus ganas yang mereka sebarkan terbukti dengan munculnya band baru pada genre ini dahulunya. Singkat saja dahulu untuk saat ini, lain waktu admin akan kupas tuntas perjalanan ROH dalam menebarkan virus death metal mereka. Padang Metalhead are waiting for you guys .....

Tuesday, 24 May 2016

Timur Terjerumus #3 kembali menggetarkan kota Padang

Pamflet Timur Terjerumus 3

GENDERUWO CORPS PRESENT:
Timur Terjerumus #3
at yaoma cafe tarandam 
29 may 2016
Start 13.00-12.00
GUEST STAR :
REVILED(BALI)
FEATURING :
SYSTEM 45
TAHANAN NERAKA
KOTOR
MUNGKAR NANGKIR
OCEAN TRENCHES
EXPLODING THE CRANIAL
VOMITING :
KERANGKA
PROXIMAGLOTIS
EPISIOTOMY
FLAGORNEUR
P.K.I
PNEUMONIA
BROJOL
OVER SHOOT
LOGAM KARAT
NO PAIN NO GAIN
LATAUDZA
SADISTIC TORTURE
LATITUDE OF SIX
DABIAH
STENCH OF VIRGINITY
REACTOR
SEPARATIS
TUSUAK
DETECTOR
STUPID GOVERMENT
INTRUCTABILITY
TEMENGGUNG
PAKAK BADAK
Htm: Rp.15.000
CP: HARRY 082392434156
DION 5AC40BC5
PAUL 5774DDC4

Tuesday, 3 May 2016

KETIMPANGAN PEMERINTAH LOKAL DALAM MEMBUAT KEBIJAKAN LARANGAN MENGADAKAN ACARA MUSIK TERTENTU SEPERTI MUSIK METAL


Bukan kah setiap kita semua sedang berupaya menciptakan perubahan ? pertanyaan ini diyakini selalu menjadi nafas dalam kehidupan setiap individu yang sedang dalam proses menuju perubahan dalam hidup. Begitu banyak perubahan yang kita inginkan, seperti : perubahan status sosial, perubahan jaminan kesehatan di hari tua, perubahan cara pandang, perubahan aktivitas sosial dan perubahan dalam meningkatkan daya kreativitas. Semua perubahan memiliki tujuan yang sama. Tujuannya adalah mencapai kepada perubahan yang positif dan dipandang baik. Dalam hal ini yang penulis angkat adalah PERUBAHAN DALAM MENINGKATKAN DAYA KREATIVITAS BERMUSIK.
Tulisan ini berangkat dari pengamatan penulis sendiri terhadap ketimpangan pemerintah lokal dalam membuat kebijakan larangan mengadakan acara musik tertentu seperti Musik Metal, DJ, dan Kim (kesenian irama minang). Tentu hal ini selain terkesan diskriminasi juga terkesan mengkotak-kotakan. Larangan ini berpotensi menghambat daya kreatifitas  dan memiliki potensi munculnya pergerakan bawah tanah yang bersifat perlawanan . Kenapa ? karna ketika adanya sebuah larangan, akan lahir pertanyaan dan cara-cara untuk  menentang dan melawan larangan tersebut.
Dewasanya selama ini yang terjadi adalah adanya pandangan yang  streotipe. Cenderung kasar dan bahkan yang paling mengerikan adalah memberikan penilaian (judge) yang sangat buruk. Dengan berani muncul kepermukaan seperti mengadakan event metal di tempat terbuka bertujuan untuk menghapuskan pandangan dan penilaian tersebut.
Disini penulis berperan sebagai penikmat dan pelaku dalam bermusik Metal. Menurut penulis, pemerintah terlalu cepat menyimpulkan dan menyamaratakan beberapa jenis dan unsur yang ada di dalam musik terkait pemberitaan tentang ‘’ Aksi pelajar dalam acara perpisahan sekolah bertajuk malam keakraban atau The Last Night. Sudah  saatnya pemerintah kembali menimbang-nimbang terhadap kebijakan larangan tersebut dan  memberikan perhatian khusus . Perhatian khusus ini diharapkan dengan mata dan pikiran yang terbuka terhadap daya kreatifitas anak muda dalam berkesenian musik.
Yang sebenarnya dibutuhkan adalah dukungan dan pengawasan  dalam melihat perkembangan kreatifitas tersebut. Dukungan dan pengawasan ini dilakukan oleh pemerintah melalui sektor media cetak seperti koran. Media cetak juga memiliki fungsi yang sangat positif  dan sangat luar biasa terhadap peningkatan minat kreatifitas maupun minat baca para kawula muda. Kenapa penulis berspekulasi demikian ? karna ternyata berdasarkan pengamatan langsung yang penulis lakukan  Metalhead memiliki kebiasaan yang unik yaitu seperti mengkoleksi semua arsip yang dimuat pada suatu media cetak. Hasil liputan event metal yang dimuat di suatu media cetak koran akan dijadikan arsip tersendiri bagi metalhead tersebut dan menurut tinjauan secara psikologinya akan menimbulkan minat baca koran dan akan menambah keuntungan tersendiri bagi media cetak tersebut. Dampaknya adalah kawula muda pun akan semakin gigih dalam  berkreatifitas bermusik dan tentunya tidak hanya jenis musik metal saja, tetapi akan berdampak kepada jenis musik lainnya dan bahkan kreatifitas-kreatifitas lainnya.
Selain sebagai sarana informatif yang aktual, media cetak akan menjadi wadah pengawas yang positif dalam melihat perkembangan kreatifitas kawula muda. Dan yang paling jauh menurut analisa penulis adalah dengan adanya dukungan penuh yang diberikan pemerintah melalui  media cetak, akan mampu memerangi kegiatan-kegiatan negatif yang sering menjangkit kawula muda. 

#musik#pemerintah#media#kreatifitaspositif



Friday, 25 March 2016

SADISTIC TORTURE - Amunisi Baru Padang Death Metal

SADISTIC TORTURE Logo
Kota Padang terus memuntahkan amunisi baru dakam kancah dunia bawahtanah, khusunya death metal, mereka berkembang begitu cepat dan pesat, salah satunya band berikut ini yang berdiri pada september 2015 di timur kota Padang, Sumatera Barat. Line up awal :
Kenny Adam Lintang : Vokal (Ex - BROJOL)
Ulil Amri : Gitar (Ex – BROJOL)
Shadam Afdol Naser : Bass (Ex – BROJOL)
Thio : Drum (BROJOL)
Mengusung konsep brutal death seperti GORGASM, seiring berjalan waktu akhirnya Tio hengkang dari SADISTIC TORTURE. sekitar kurang lebih 3 bulan kebingungan mencari pengisi drum Shadam memperkenalkan Ragil (LOGAM KARAT) dan disepakati untuk mencoba melalui bersama gigs dan event. Satu bulan mencari jati diri bersama Ragil dapatlah keputusan untuk tetap mengusung konsep brutaldeath dengan influen yang berbeda dari awal pembentukan SADISTIC TORTURE seperti : DISGORGE, DEATH VOMIT, BLOODY GORE, dengan riff gitar yang sedikit ditambahkan bumbu kelam dari DEEDS OF FLESH (old). Pada januari 2016 Ragil menetap untuk mengisi kekosongan di SADISTIC TORTURE.
SADISTIC TORTURE Photo Band
Line up sekarang :
Kenny Adam Lintang : Vokal
Ulil Amri : Gitar
Shadam Afdol Naser : Bass
Ragil Restanto : Drum

Panggung perdana SADISTIC TORTURE adalah SAWAHLUNTO METHANOL #2 pada 13 Maret 2016 dan panggung kedua adalah PADANG BAKU HANTAM #2 pada 19 Maret 2016, dan masih banyak event – event selanjutnya. Kesibukan sekarang selain memanaskan panggung musik keras disisi lain juga SADISTIC TORTURE sedang mempersiapkan materi untuk EP pertama yang berisi 5 track :
- BARISAN DENDAM
- DISSECTED INFINITE SUFFERING
- IMPLEMENTATION MURDER
- PIECES OF HUMAN FLESH
- METODE EKSEKUSI PENJILAT

SADISTIC TORTURE live di ivent Sawahlubto Methanol #2
SADISTIC TORTURE  Live

Friday, 18 March 2016

KOTOR .... Padang Thrash Metal

Logo Kotor
KOTOR Band berdiri di Padang, Sumatera Barat, Indonesia mulai pertengahan tahun 2013 oleh RICKY TANUAK (guitar) dan HARRY GAEK (drums) dengan formasi awal selain RICKY dan HARRY adalah ILHAM (vocals), GILANG (guitar) dan SATRIA CASUALTIES (bass) sejalan dengan dibentuknya account facebook page KOTOR pada 7 Agustus 2013.
Nama band "KOTOR" dipilih sebagai bentuk kata sindiran atas kondisi kehidupan manusia yang diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna, namun selalu hidup dgn bergelimang dosa. Harapan besar agar nama ini akan selalu mengingatkan semua orang bahwa manusia secara fitrah adalah bersih dan harus selalu bersih sampai kembali kepada Allah SWT.
Selama kurun waktu 2013-2014, KOTOR berkonsentrasi pada pembuatan album perdana berjudul "PENINDASAN" dengan materi sebanyak 10 lagu, yaitu :

art kotor art
1. Sakit Jiwa
2. U. G. D.
3. Omong Kosong
4. Satu Untuk Semua
5. Tunduk
6. Jiwa Keras
7. Suara Rakyat
8. Penindasan
9. M. P. R.
10. Ular Kepala Metal












Selama tahun 2014-2015, setelah beberapa kali manggung, diantaranya : Blood Rain Aggression, 4 Jan. 2014 dan Padang Metal Camp 1, 17 Feb. 2014, KOTOR kemudian kembali ke studio untuk merampungkan album kedua, namun ditengah-tengah perampungan 2 lagu, yaitu "Bambu Runcing" dan "Penguasa", pada bulan MEI 2014, seiring dengan keluarnya ILHAM dan GILANG yang membentuk band baru bernama TERRITORIAL, maka KOTOR mengajak gabung mantan vocalist band TOILET, sebuah band thrash metal punk lama yang sempat bermain di Padang pada periode tahun 1993-1998, B.B. MOTOR dan mengganti gitaris baru, EGGIE SMITH, dengan pertimbangan akan membutuhkan banyak ide-ide gila untuk lagu-lagu baru.
Tak lama bertahan maka pada event berikutnya, setelah event Padang Bawah Tanah 6, 20 Juni 2014 EGGIE memilih bersolo karir dan digantikan oleh RIZKI KIZEH, mantan gitaris band dadakan BURNER THE FIRE INSIDE bersama DIDIT, RIZKIE dan B.B. MOTOR dengan penampilan perdana pada acara Metal Zone 2 pada tanggal 3 Agustus 2014.
Formasi terakhir ini tetap bertahan walaupun RICKY TANUAK menyatakan keluar dan berkonsentrasi dalam band LENTERA KHAISMATAIL sejak event SIGINJAY BEKARAT di Jambi pada 22 Nopember 2014, PADANG BAKU HANTAM 1 di Padang tgl. 5 Desember 2014, event METAL TERRITORY di Padang tgl. 23 Desember 2014, PESTA MUSIK di PLAZA ANDALAS di Padang tgl. 27 Desember 2014.

Kini KOTOR hanya digawangi oleh :
B. B. MOTOR (vocals/guitars)
RIZKI KIZEH (guitars)
SATRIA CASUALTIES (bass)
HARRY GAEK (drums)

kotor action

Beberapa event yang telah diikuti adalah TIMUR TERJERUMUS 2 di Padang pada 5 September 2015, Millennium Brisik 4 di Padang 23 Oktober 2015, CREEP KRIEG UNDERGROUND MUSIC tgl. 23 Januari 2016 dan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2016 adalah PADANG BAKU HANTAM 2 di Padang.
Untuk ke depan, dengan harapan jika tidak ada halangan, seluruh lagu yang pernah dibuat sebelumnya akan direkam ulang untuk sebuah kompilasi aksi bertajuk "KOTORHEAD".
Insya Allah

Tuesday, 15 March 2016

GRAUSIG : DIBELAKANG GARIS MUSUH .... RELEASED !!!

Flyer Grausig
"Di Belakang Garis Musuh" merupakan sebuah taktik perang yang berarti "berada/keberadaanya selangkah dibelakang garis musuh, ketika musuh lengah barulah kita menghancurkan musuh" adalah tema yang diambil sebagai judul album sekaligus merupakan judul dari salah satu lagu yang termuat dalam album studio ke 4 (empat) dari GRAUSIG (berarti mengerikan / menyeramkan dari Bahasa Jerman), band yang dibentuk tahun 1989 di Jakarta ini yang sebelumnya sudah merilis album studio : Feed The Flesh To The Beast - EP 1997 (Graveyard Prod/Colours Prod), Abandon, Forgotten an Rotting Alone - LP 1999 (Independen Rec/Aquarius Musikindo), In The Name Of All Who Suffered And Died - EP 2013 Self Released.
Album GRAUSIG "Di Belakang Garis Musuh" berisikan 9 lagu dengan judul :
1. Di Belakang Garis Musuh
2. Teokrasi Bisu
3. Pralaya Hipokrit
4. Doktrinasi Cacat Temporer
5. Sampah Moralitas Dimensi
6. Infeksi Kanibal Utopia
7. Gods Replicated
8. Prelide One
9. Doomsday

Album GRAUSIG "Di Belakang Garis Musuh" dikerjakan mulai November 2015 hingga Januari 2016 di K Studio dan Three Sixty Studio Jakarta. Di album ke empat ini format musik GRAUSIK kembali ke era Death Metal 90-an, dengan kata lain "kembali" kepada akar/roots dari Death Metal itu sendiri. Formasi dalam pengerjaan album ke empat GRAUSIG "Di Belakang Garis Musuh" ini adalah Phuput (vocal), Ivan (guitar), Ewin (bass & back vocal) serta Denny (drum), namun tepat sebelum album ini dirilis Ivan (guitar) mengundurkan diri dari GRAUSIG, atas dasar tersebut maka direkrutlah Alan (guitar) sebagai penggantinya.
GRAUSIG adalah :
Phuput (Vocal)
Alan (Guitar)
Ewin (Bass & Back Vocal)
Denny (Drums)
Photo Group Grausig

DISCHOGRAPHY :
Feed The Flesh To The Beast - EP on Cassette. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Released Version 1998)
Abandon, Forgotten an Rotting Alone - LP on Cassette. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
In The Name Of All Who Suffered And Died - EP CD Self Released (2013)
Gods Replicated - Single CD Self Released (2014)
Feed The Flesh Who Suffered and Died - Compilation on Cassette. Zim Zum Prod (2015)
Di Belakang Garis Musuh - LP CD Majemuk Records (2016)

More info about GRAUSIG please contact :
GRAUSIG Management
mobile : 082310493663, 081280400850
e-mail : grausigmanagement@gmail.com

Di Belakang Garis Musuh CD


Sunday, 6 March 2016

MUSIK MERUPAKAN UNGKAPAN SPONTANITAS DARI SEMUA EKSPRESI DI DALAM KEHIDUPAN

MUSIK MERUPAKAN UNGKAPAN SPONTANITAS DARI SEMUA EKSPRESI DI DALAM KEHIDUPAN

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda penerimaannya berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Bahwa musik juga merupakan bahasa hati manusia didunia, siapa saja bisa menikmati, tentu bagi mereka yang mampu mengapresiasi, Bahasa musik sebenarnya tidak mengenal ras, suku, bangsa. Sebagian orang menyatakan bahwa musik merupakan kebutuhan rohani, salah satunya merupakan obat hati. Musik merangsang perasaan bahagia sehingga mampu memulihkan saraf-saraf otak yang rusak. Musik mampu meredam amarah, menghibur hati, bahkan menangisi kematian.
Menurut Yockie Suryo Prayogo "Group Band God Bless" Musik juga sebuah karya seni yang bersandar pada nilai-nilai kesucian. Tak ada karya seni baik yang tak bersandar pada nilai kesucian tersebut. Salah satu nilai kesucian musik adalah "kejujuran".
Musik yang nyaman dapat menekan temperamen seseorang, memurnikan pikiran, dan menyampaikan suatu rasa keindahan. Musik mampu mengatasi semua batasan geografis dan kultur sosial-religius. Musik adalah ungkapan yang  paling spontan dari semua ekspresi dalam kehidupan. Musik mempengaruhi perilaku manusia. Itulah kenapa tiap musik pasti punya ciri khas genre mereka, coba kita perhatikan perbedaan perilaku dan dandanan anak Punk, anak RnB, anak Underground, anak Dangdut sampe anak ayam (heheeh), akan kelihatan dengan jelas bagaimana setiap genre musik mendefinisikan gaya dan dandanan mereka masing-masing. Musik juga mempengaruhi perkembangan IQ  dan EQ seseorang.
Dari perkembangan musik saat ini, dunia musik tidak hanya digunakan untuk entertainment saja, tapi sudah menjurus kepada pembentukan karakter dan penyebaran paham-paham yang nggak bener. Ibu-ibu jaman sekarang lebih seneng mendengarkan musik klasik pada saat mereka hamil, dengan harapan supaya anak mereka terlahir dengan tampang klasik, eh bukan, maksudnya lebih cerdas/jenius. Musik adalah bahasa universal. Lewat suaranya, musik mampu menembus batas-batas etnis dan perbedaan, membentuk bahasa keindahan. Musik juga merupakan media pengkomunikasian ide ide yang paling universal,  yang  paling bisa diterima oleh siapa aja. Musik juga memiliki banyak atribut yang menempel kepadanya. Bagi para musisi, musik adalah ajang ekspresi diri, ajang untuk menunjukkan integritas dan personal dirinya. Bagi kalangan industri,  adalah lahan pendapatan yang tidak akan pernah kering karena ide ide musik dari para musisi tidak akan pernah habis.
Musik adalah jemari halus yang mengetuk pintu kalbu untuk membangunkan kehangatan dari tidurnya yang lelap. Musik adalah susunan melodi yang berirama. Dan musik adalah ruang dan waktu. Musik adalah jembatan yang tak akan pernah habis.