Bukan kah setiap kita semua sedang berupaya
menciptakan perubahan ? pertanyaan ini diyakini selalu menjadi nafas dalam
kehidupan setiap individu yang sedang dalam proses menuju perubahan dalam hidup. Begitu banyak perubahan yang kita
inginkan, seperti : perubahan status sosial, perubahan jaminan kesehatan di
hari tua, perubahan cara pandang, perubahan aktivitas sosial dan perubahan
dalam meningkatkan daya kreativitas. Semua perubahan memiliki tujuan yang sama.
Tujuannya adalah mencapai kepada perubahan yang positif dan dipandang baik. Dalam
hal ini yang penulis angkat adalah PERUBAHAN DALAM MENINGKATKAN DAYA
KREATIVITAS BERMUSIK.
Tulisan ini berangkat dari pengamatan penulis sendiri
terhadap ketimpangan pemerintah lokal dalam membuat kebijakan larangan
mengadakan acara musik tertentu seperti Musik Metal, DJ, dan Kim (kesenian
irama minang). Tentu hal ini selain terkesan diskriminasi juga terkesan
mengkotak-kotakan. Larangan ini berpotensi menghambat daya kreatifitas dan memiliki potensi munculnya pergerakan
bawah tanah yang bersifat perlawanan . Kenapa ? karna ketika adanya sebuah larangan,
akan lahir pertanyaan dan cara-cara untuk menentang dan melawan larangan tersebut.
Dewasanya selama ini yang terjadi adalah adanya
pandangan yang streotipe. Cenderung kasar
dan bahkan yang paling mengerikan adalah memberikan penilaian (judge) yang sangat buruk. Dengan berani
muncul kepermukaan seperti mengadakan event metal di tempat terbuka bertujuan
untuk menghapuskan pandangan dan penilaian tersebut.
Disini penulis berperan sebagai penikmat dan pelaku
dalam bermusik Metal. Menurut penulis, pemerintah terlalu cepat menyimpulkan
dan menyamaratakan beberapa jenis dan unsur yang ada di dalam musik terkait
pemberitaan tentang ‘’ Aksi pelajar dalam acara perpisahan sekolah bertajuk
malam keakraban atau The Last Night. Sudah
saatnya pemerintah kembali menimbang-nimbang
terhadap kebijakan larangan tersebut dan memberikan perhatian khusus . Perhatian khusus
ini diharapkan dengan mata dan pikiran yang terbuka terhadap daya kreatifitas
anak muda dalam berkesenian musik.
Yang sebenarnya dibutuhkan adalah dukungan dan
pengawasan dalam melihat perkembangan
kreatifitas tersebut. Dukungan dan pengawasan ini dilakukan oleh pemerintah
melalui sektor media cetak seperti koran. Media cetak juga memiliki fungsi yang
sangat positif dan sangat luar biasa terhadap
peningkatan minat kreatifitas maupun minat baca para kawula muda. Kenapa penulis
berspekulasi demikian ? karna ternyata berdasarkan pengamatan langsung yang
penulis lakukan Metalhead memiliki
kebiasaan yang unik yaitu seperti mengkoleksi semua arsip yang dimuat pada
suatu media cetak. Hasil liputan event metal yang dimuat di suatu media cetak
koran akan dijadikan arsip tersendiri bagi metalhead tersebut dan menurut
tinjauan secara psikologinya akan menimbulkan minat baca koran dan akan menambah
keuntungan tersendiri bagi media cetak tersebut. Dampaknya adalah kawula muda
pun akan semakin gigih dalam berkreatifitas
bermusik dan tentunya tidak hanya jenis musik metal saja, tetapi akan berdampak
kepada jenis musik lainnya dan bahkan kreatifitas-kreatifitas lainnya.
Selain sebagai
sarana informatif yang aktual, media cetak akan menjadi wadah pengawas yang
positif dalam melihat perkembangan kreatifitas kawula muda. Dan yang paling
jauh menurut analisa penulis adalah dengan adanya dukungan penuh yang
diberikan pemerintah melalui media cetak, akan mampu memerangi kegiatan-kegiatan negatif yang sering menjangkit
kawula muda.
#musik#pemerintah#media#kreatifitaspositif